HATTA CORNER Perpustakaan UGM: Mempertahankan Aset Klasik

 

Oleh : Sarwono

PENDAHULUAN

Hatta Corner pada awalnya adalah Perpustakaan Yayasan Hatta yang didirikan dan dikelola oleh Hatta Foundation atau Yayasan Hatta. Hatta Foundation didirikan pada tanggal 25 Agustus 1950 oleh RM. Margono Djojohadikusumo dan beberapa tokoh yang lain dengan akte notaries No. 10 Notaris Soewandi, SH. setelah mendapat persetujuan dari Bung Hatta untuk memakai nama beliau pada yayasan tersebut.

Adapun tujuan Hatta Foundation adalah :

  • menyelenggarakan dan membantu Perpustakaan Nasional yang bersifat universal mengenai ilmu pengetahuan dan kebudayaan seluas-luasnya dengan mengutamakan ilmu pengetahuan dan kebudayaan tentang Indonesia khususnya dan ketimuranpada umumnya.
  • Menyelenggarakan dan membantu laboratorium sebagai sarana usaha memajukan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
  • Membantu perkembangan usaha penerbitan nasional
  • Mengadakan, membantu mendirikan dan mengurus dana beasiswa (fonds belajar) untuk membelanjai pendidikan dan pelajaran para pemuda Indonesia , baik laki-laki maupun perempuan yang memerlukan bantuan, teristimewa pemuda yang pelajarannya telah mendapat rintangan atau menjumpai kesukaran-kesukaran sebagai akibat perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia .

Oleh karena itu sebagai salah satu perwujudan tujuan Hatta Foundation diatas maka didirikanlah Perpustakaan Yayasan Hatta pada tahun 1953 dengan jumlah koleksi awal sekitar 40.000 eksemplar. Keberadaan Perpustakaan ini bertujuan untuk mengembangkan dan membantu perpustakaan lain dalam pengembangan ilmudan kebudayaan. Sebagai modal pertama kali, pada saat itu Sri Mangkunegoro VIII memberikan bantuan tiga juta rupiah.

Semula perpustakaan ini berlokasi di Perpustakaan Negara Yogyakarta kemudian dipindah ke Gondolayu (sekarang Mc Donald). Akhirnya Perpustakaan Hatta dipindah lagi ke Jalan Laksda Adisutjipto. Tentu dari waktu ke waktu buku-buku tersebut mengalami kerusakan. Sehingga harus dilakukan perbaikan termasuk di reklasifikasi dan jilid ulang. Dari seluruh koleksi tersebut pada tahun 1982 berhasil dikerjakan sejumlah 22.282 buku..

Pada tahun 1980 tercatat sejumlah 7260 orang, kemudian meningkat menjadi 12.117 orang pada tahun 1982. anggota tetap juga mengalami peningkatan dari 762 pada tahun 1981 menjadi 1.322 orang pada tahun 1982.

Seiring berjalannya waktu, koleksi yang ada semakin banyak yang rusak, pengunjung juga mulai berkurang. Sementara dana pengelolaan semakin terbatas. Sehingga pada akhirnya Perpustakaan Yayasan Hatta ini menjadi sepi pengunjung.

Pada tahun 2007 Perpustakaan Hatta diserahkan pengelolaannya oleh pengurus Yayasan Hatta atau Hatta Foundation kepada Universitas Gadjah Mada dengan harapan dapat dikelola dengan lebih baik dan lebih professional.

Setelah melalui proses panjang akhirnya Perpustakaan Yayasan Hatta menempati ruangan yang cukup luas di Lantai III Gedung Perpustakaan Unit II di Sekip Kalan Kaliurang Yogyakarta dengan beralih nama menjadi Hatta Corner.

HATTA CORNER DAN PERPUSTAKAAN UNIVERISTAS GADJAH MADA

Hatta Corner yang dulu Perpustakaan Hatta yang cukup besar dan dikenal masyarakat kini menjadi bagian dari Perpustakaan UGM. Sehingga segala aturan dan pengelolaannya harus menyesuaikan dengan perpustakaan UGM. Kedudukan Hatta Corner menjadi bagian unit kecil di pelayanan perpustakaan UGM. Walaupun begitu, Hatta Corner berbeda dengan “corner-corner” lain yang ada di perpustakaan UGM. Misalnya Sampoerna Corner, American Corner, dan World Bank Corner. Mereka (corner-corner tersebut) masih memiliki induk kedua selain perpustakaan UGM, yaitu Sampoerna Foundation untuk Sampoerna Corner, Kedubes Amerika untuk American Corner dan Bank Dunia untuk World Bank Corner. Sedangkan Hatta Corner seolah terlepas dari Yayasan Hatta dan terdampar di perpustakaan UGM. Meskipun demikian dukungan perpustakaan UGM cukup besar untuk membuat Hatta Corner semakin baik. Misalnya dengan menyediakan ruangan yang luas, menyediakan tanaman hias, menambah fasilitas internet, dan sebagainya.

JAM BUKA DAN PELAYANAN

Untuk memberikan kesempatan kepada setiap pengguna maka Hatta Corner membuka jam layanan sebagai berikut :

Senin-Kamis : 07.30 – 16.00 wib

Istirahat 12.00 – 13.00 wib

Jumat : 07.30 – 15.00 wib

Istirahat 11.00 – 13.00 wib

Sabtu-Minggu : Tutup

Pada awalnya koleksi Hatta Corner hanya dapat dibaca di tempat. Tidak diperkenankan membawa pulang. Hal ini lebih disebabkan untuk menjaga kondisi buku/koleksi yang sudah rusak. Atau koleksi yang sudah berumur sehingga menjadi mudah rusak. Apabila pengguna menginginkan fotokopi dapat memesan pada petugas. Untuk meningkatkan layanan bagi pengguna maka mulai bulan Juli 2009 koleksi Hatta Corner di perbolehkan untuk dipinjam oleh anggota perpustakaan UGM.

USAHA MENARIK PENGUNJUNG

Sebelum pindah ke perpustakaan UGM , Coner (perpustakaan Yayasan Hatta) ibarat hidup enggan matipun tak mau. Mulai dari sepinya pengunjung hingga tidak terawatnya bahan pustaka. Maka setelah menempati ruangan di lantai 3 Perpustakaan UGM unit 2 dilakukanlah usaha-usaha untuk menarik pengunjung. Hal ini dimaksudkan agar koleksi yang dimiliki benar-benar dapat dimanfaatkan oleh pengguna. Usaha yang telah dilakukan antara lain :

  1. membuat brosur Hatta Corner dan menyebarkan ke berbagai pihak.
  2. menyampaikan pemberitahuan ke fakultas-fakultas bahwa Perpustakaan Hatta sekarang sudah pindah ke UGM.
  3. Melakukan perawatan bahan pustaka. Yang dulunya banyak berdebu sekarang mulai berkurang.
  4. Menambah fasilitas dengan internet gratis. Disediakan 2 unit computer untuk pengunjung.
  5. Menambah fasilitas internet nirkabel. WIFI.
  6. Menyediakan air minum gratis
  7. Melayani peminjaman bagi anggota
  8. Melayani fotokopi bagi pengunjung
  9. Menambah koleksi dengan buku-buku limpahan dari eks perpustakan pasca sarjana UGM

Usaha lain yang sedang direncanakan:

  1. memperbaiki fasilitas ruang. Missal dengan menambah karpet.
  2. Mengadakan diskusi rutin dengan tema-tema kebangsaan. Misalnya : membedah pikiran Bung Hatta, pemikiran politik Soekarno, dan lain-lain

KENDALA YANG ADA

Dalam memberikan pelayanan kepada pengguna serta pengembangan Hatta Corner terdapat beberapa kendala, antara lain :

  1. terbatasnya dana.
  2. Banyaknya koleksi yang sudah rusak
  3. Minimnya petugas. Hanaya ada 2 (dua) orang dan satu orang pembersih.
  4. Banyak koleksi berbahasa asing (belanda, arab, inggris). Membuat petugas kesulitan untuk lebih mengenal koleksinya.

BEBERAPA KOLEKSI

Di Hatta Corner tersedia sekitar 35.000. Sebagian bsear koleksi berbahasa asing (Inggris, Perancis, Belanda). Terdapat banyak koleksi terbitan tahun 1700, 1800 dan 1900.

Diantara koleksi yang menarik adalah karya-karya Muhammad Hatta yaitu :

1. Dr. Mohammad Hatta di RRT, 1957

2. Islam, Society, democracy and peace. Speeches during his visit to India ,

3. Daulat Ra’jat, 1977

4. Lmu dan Agama, 1980

5. Nuzul Qur’an. Tjatatan pidato di Masjid Matraman pada tanggal 9 Djanuari 1966.

6. Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945.

7. Beberapa fasal ekonomi. Djilid I-II. Djalan ke ekonomi dan koperasi. 1954

8. Demokrasi Kita

9. Menuju Negara Hukum

10. dan lain-lain

Koleksi lain yang juga tak kalah menarik , antara lain :

1. Staatsblad Van Nederlands-indie

2. Babad Tanah Djawi/Javanese Rijkskroniek

3. Rekaman Peristiwa Wafatnya Sri Sultan HB IX

4. Sukarno : Sebuah Biografi Politik, ditulis oleh John D. Legge. Judul Asli :Sukarno A Political Biography

5. Biografi Pujangga Ranggawarsito/ Depdikbud.

6. Wasiat Sumitro Buat Prabowo

7. Umar Khayam dan Jaring Semiotik

8. Soeharto, Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya.

9. Bung Karno Dalam Kenangan

10. Mohammad Hatta.: Biografi Politik

---mip---


 

Fri, 9 Oct 2009 @08:38


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 7+8+8

Selamat Datang
image

Nono Sarwono

085927413826

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

RSS Feed

Copyright © 2014 Masnono.com · All Rights Reserved